Feeds:
Tulisan
Komentar

Menunggu memang milik orang-orang yang sabar, tetapi bukan untuk yang menunggu terlalu lama. Aku belajar bahwa kesabaran itu adalah penantian yang ikhlas dan seiring dengan usaha. Aku bersyukur atas segala proses yang aku lewati meskipun ketika menengok kembali ada beberapa bagian yang buat aku menggeleng, tertawa kecil, senyum, tapi tidak untuk menangisinya. Aku ada dalam kehidupanku sendiri dan bagian dalam kehidupan orang-orang di sekitar ku memang bukan atas rencana yang aku buat dan kehendaki, dan hasil dari kehidupan itupun bukan semata karna keputusanku. Seharusnya memang selalu ada 2 sisi berpasangan dalam hidup ini yang bisa jadi sama baiknya. Ada saatnya aku menunggu, tetapi ada logikanya aku harus berhenti menunggu. Tapi untuk bersabar, aku memilih untuk tidak berhenti.

Aku selalu yakin, bahwa keindahan itu bukanlah suatu paket dengan isi yang sama. Didalamnya pasti terdapat hal-hal buruk yang kurang bahkan tidak indah. Bukankah kita bisa mengatakan sesuatu itu cantik karna kita tau ada yang buruk. Maka ketika semua hal didunia ini indah? bukankah semuanya justru dikatakan biasa saja? Mungkin hari ini, saat ini, aku tidak merasakan keindahan, tapi aku punya paket kehidupan yang akan selalu ada yaitu kemarin, hari ini, dan esok yang akan terus  berputar. Jadi satu-satu nya cara melewati kesulitan adalah menikmatinya. Karena ketika itu berubah menjadi suatu kemudahan yang indah maka akan terasa sekali perbedaannya, itulah mengapa ada orang bisa bersyukur atas segala kondisi yang ia rasakan.

Aku juga sadar bahwa waktu adalah hal yang paling cepat dibanding apapun dan waktu tidak akan pernah berhenti berputar. Berapa sering aku seperti tidak percaya misalnya akan segera menghadapi perpisahaan padahal baru kemari rasa-rasanya kami bertemu. Aku selalu berhenti untuk mencemaskan hari ini ketika mengingat kenyataan tersebut.  Tetapi hal ini membuat aku untuk tidak terlalu muluk merencanakan masa depan. Aku memang punya mimpi yang indah dan selalu yakin bahwa itu adalah pemacu yang penting dalam hidupku. Tapi perencanaan di masa depan justru akan banyak membingungkan langkahku, akan terlalu banyak rencana padahal Tuhan lah yang memutuskan rencana tersebut. Jadi aku memilih untuk fokus pada hari ini, saat di mana aku benar-benar bisa melakukan sesuatu dan membuatnya bergerak menuju keputusan terbaik yang Tuhan berikan di masa mendatang yang akan cepat aku rasakan menjadi saat ini.

Kelak aku bukan yang tidak perduli, hanya saja itu caraku membongkah semangat meraih yang belum diberi
Aku bergerak meski tak berlari, hanya terkadang merangkak pasti..
pasti..
meskipun tak tahu pasti apakah memang akan diberi
Aku mendengar, memahami, belajar, dan akhirnya mengerti
masih tetap mengerti tapi tak berani memberi
setidaknya harapan untuk diri sendiri..
takut melampaui
pun takut tak menjadi
Tapi aku sadar, aku butuh feedback yang ku sebut toleransi
karna aku tetap selalu berani..berani-beraninya menghambat mimpi seorang calon petinggi
Aku butuh aksi!
Aku butuh rasa percaya diri, meskipun hanya untuk membuat pena ini menari
Oleh sebab itu aku mengajak diriku, mari…!
Karena hanya aku kekuatan yang dapat membangkitkan mimpi..

-nda-

Aku mau..

Aku sedang mempersiapkan sesuatu, sedang membentuk sesuatu.

Aku ga mau nanti tersiksa dengan perasaan menyesal.

Aku jg ga mau salah menafsirkan antara kesabaran dan ketidak-tegasan yang akhirnya bakal bikin aku banyak kehilangan kesempatan.

Aku ga mau suatu saat bingung gimana harus mempertanggungjawabkan ke anak-anak aku nanti klo seandainya mereka ga bisa lebih tercukupi dibanding temen-temen mereka.

Aku mau sukses.

Aku kadang sepi saat butuh perhatian, dukungan, motivasi, tapi gak ada satupun seorang yang bisa dan berani aku ajak berbagi tentang hal itu

Aku sedih dan terluka saat ada orang yang sengaja maupun ga sengaja mengatakan hal-hal yang menusuk, menjatuhkan, menghina.

Aku sakit hati ketika ada orang yang mengecewakan aku, membohongi, menjahati.

Aku kecewa apabila saat aku sangat membutuhkan pertolongan orang lain, tapi mereka ga aku temukan.

Aku mau jadi orang baik. Aku mau jadi seorang yang penyayang. Aku mau jadi inspirasi. Aku mau jadi pembangkit harapan. Aku mau jadi sahabat yang penuh pengertian buat semua orang. Aku mau jadi salah satu sumber kebahagiaan buat orang lain. Aku mau menjadi seseorang sebagaimana orang tersebut aku harapkan kehadirannya dalam hidup aku.

Aku takut seandainya seluruh anggota tubuh ini ga bisa mempertanggungjawabkan apa-apa yang mereka lakukan.

Aku takut kuburan aku nanti dipersempit sampai tulang-tulang aku berceragah.

Aku ga mau amal shalih aku terputus hanya karna aku ga bisa mendidik anak-anak aku menjadi sholeh.

Aku takut hati ini bakal mengeras karena dosa-dosa yang aku perbuat.

Aku takut di laknat Allah.

Aku mau masuk surga. Aku mau kebaktianku kepada orang tua membuatku dicintai Allah. Aku mau sholat dan wudhu ku menyelamatkan aku dari adzab kubur. Aku mau dzikir ku menjadi benteng pertahanan dari godaan dan tipu daya setan. Aku mau memiliki akhlak yang baik sehingga dapat mendekatkan aku kepada Allah tanpa ada hijab.

Aku mau selamat baik di dunia maupun di akhirat.

Filosofi Jagung

Kemaren aku denger penjelasan dari dosen aku tentang tanaman jagung. Jagung itu normalnya bisa tumbuh di suhu 23-27 derajat Celcius. Tapi pemanasan global yang semakin parah ini ngebuat suhu meningkat dan jagung menyerap panas lebih lama dari waktu normal. Nah, karena terlalu banyak dan sering mengonsumsi panas, pertumbuhan jagung akan semakin meningkat. Artinya panen jagung akan semakin cepat. Yang seharusnya 7-8 minggu bisa jadi lebih cepet.

Tapi jangan pikir itu bagus dong. Karena..pertumbuhan yang cepat itu ga ngebuat jagung tumbuh dengan sempurna. Pertumbuhan yang terlalu cepat bakal mengurangi bobot hasil produksi. Jadi meskipun cepet tapi mengurangi timbangan. Dan biji jagungnya sendiri jadi kurang berisi.

Nah,, pas aku denger ini. Aku senyum-senyum sendiri.

Aku belajar bahwa segala sesuatu itu ada massa nya sendiri2. Boleh jadi kayak tanaman jagung tadi, cepat..tapi jadi ga sempurna.

Aku belajar bahwa memang waktu itu tak terbatas, tapi waktu untuk kita terbatas, tetapi bukan berarti aku tergesa untuk ngedapetin semuanya dan mengambil keputusan secepatnya..

Aku belajar bahwa apa yang kita belum juga mengerti sampai sekarang, dibalik itu Tuhan ngasih proses yang indah untuk kita mengerti lebih banyak..

Aku belajar bahwa untuk mendapatkan jawaban atas segala pertanyaan, dibutuhkan ekstra kesabaran..

Aku yakin semua ciptaan Tuhan itu ada sesuatu yang bisa kita pelajari seandainya aja kita bisa lebih peka dalam kehidupan ini.

Kenapa ya banyak yang manggil aku anak kecil?

Apa karna aku memang kayak anak kecil?

atau..

Aku yang berada di lingkungan orang2 yang udah dewasa?

Aku udah berusaha untuk tidak bertingkah laku kekanak-kanakan lagi. Aku mulai belajar bagaimana menyikapi segala sesuatu dengan lebih baik dan lebih tenang.

Tapi munkin image itu ga lepas juga dari aku.

Aku ga marah, sama sekali engga. Tapi diri aku yg merasa meronta setiap kali ada yang manggil aku anak kecil.

Aku merasa gelisah dan gak nyaman, tapi bukan berarti hal itu hanya bisa bikin aku merasa begitu.

Aku ngerasa hanya butuh pembuktian. Aku ngerasa aku gak perlu merasa dewasa.

Semakin banyak yang bilang aku anak kecil, aku semakin belajar apa itu makna dewasa sesungguhnya.

Dan ketika aku berada pada posisi2 tertentu, berada pada sudut2 pandang tertentu. Banyak yang bilang aku sesungguhnya dewasa sekali. Dan aku gak merasa gelisah dengan itu. Aku merasa pujian itu bikin aku nyaman, meskipun menantang aku buat lebih dewasa tapi semua itu sesungguhnya bukanlah suatu bentuk gejolak kedewasaan itu sendiri.

Aku belajar bahwa kedewasaan itu tumbuh jujur dan tulus atas sesuatu yang sesungguhnya bisa kita lakukan lebih baik lagi dalam dan dari diri kita.

But sometimes, better for me to still thinking like a child, anak kecil itu penuh kejujuran, polos, dan tulus. Jadi gpp dibilang anak kecil, tapi..anak kecil yang mampu bersikap dewasa. =)

Gw kan baru dapet BB Bold. Sebenernya banyak fitur yang useful, tapi berhubung gw ga ngerti dan ga ada yang bisa gw tanya jd ya cm gw pake buat sms dan nelfon doank. Kemaren gw register blackberry on demand yang katanya ngasih kemudahan chatting, browsing, push e-mail dll secara unlimited. Browsing yah bisa dijalanin. Tapi pas gw instal YM dan Facebook application for blackberry koq ga bisa sign in ya? Trus gw jg bingung buat aktivasi BBM dan push e-mail tuh gimana sii?

Ugh, buat yang ngerti bantuin gw yah..

Seperti yang kita tau, fungsi manajemen itu ada 3 terpenting. Planning, controlling, dan decision-making. Dan kesemua itu sangat berguna bagi Organizational Operations. Ternyata, dalam ilmu hukum organization disini bisa kita ibaratkan sebagai suatu bentuk negara dengan tatanan administrasi yang dapat di manage untuk keadaan yang lebih baik.

Dalam ilmu ekonomi, planning berperan seperti misalnya pada budgeting, bagaimana estimasi produk yang akan kita produksi. Sama seperti ilmu hukum, bagaimana suatu rancangan UU dapat bermanfaat dan mewakili suatu keadaan secara adil.

Controlling jelas, untuk mengawasi sistem yang dirasa kurang sesuai agar tidak terdapat ketimpangan dan agar tetap fokus pada tujuan perencanaan dan perbaikan kinerja yang kurang maksimal.

Decision-making dalam ilmu ekonomi sangat penting untuk masa depan perusahaan, begitu pula dalam ilmu hukum, keputusan tepat yang terbaik yang menyangkut kepentingan seluruh komponen negara khususnya masyarakat sangat penting untuk mewujudkan good governance. Pihak eksekutif yang qualified di bidang ekonomi sangat diperlukan bagi masa depan perekonomian suatu negara dan perusahaan khususnya. Dan pihak eksekutif pada jajaran struktur negara pun tidak kalah berguna bagi negara baik dalam keadaan diam maupun bergerak.

Humm, mempelajari kedua ilmu ini makin buat aku semangat. Memang, hidup terlalu singkat untuk mempelajari satu hal saja.

Tadi gw denger percakapan yang lucu. Cukup menghangatkan suasana hati gw yang hampir membeku.

Gw lagi denger siaran salah satu radio di kota gw. Dan ini online penyiar sm listener. Daritadi gw perhatiin penyiar ini emank agak sedikiit..’freak’. Let me check!

Penyiar : Hallo,, wah malem2 gini lo ngapain aja?”

Penelfon : “Gw gi nonton bola nii bang!”

Penyiar : “Eehh lo yang jelas dong deskripnya,  nontonnya di tipi apa di radio?” (dengan nada nyolot dan serius banget, ekspresif! meskipun hanya terdengar dari suara)

Penelfon : “Yaela abang, gw kan bilang nonton..”

Penyiar : ” Lah, lo kan tau kita baru kenal dan kita telfonan, gw mah kagak tau panca indera lo masih aktif semua gaa.”

Penelfon : “astaga abang, masa tiap penelfon mw lo interogasi juga apa panca indera nya masih aktip, itu kan ga penting lo tanya”

Penyiar : (sambil ngakak ketawa) “hhahahaha, gw ngerasa lo aneh banget sob, lo tau kan jempol itu, klo lo sebut itu beda banget dengan lo liat langsung, rintihannya it lho.. ga bisa lo liat!”

#$@%$^%^$!!%^!! ??

Tut..tut..tut..tut..

Dan lo tau? Lagu apa yang di play penyiar itu, One Last Cry!

Aku suka memperhatikan orang berbicara, berkata-kata, menimbang-nimbang maksud dari rangkaian kalimat mereka. Dan aku menemukan satu hal yang sampai saat aku menulis kata ini, aku tetep belum bisa mengungkap maknanya.

Aku menemukan sebuah kisah menuju..paradoks..

“semakin kita membenci seseorang, maka semakin mirip kita dengan orang tersebut.”

Sari bercerita dengan teman-temannya penuh dengan geletupan benci tentang seseorang, sebut saja namanya Resi. Di sini, Resi memang sosok begitu menyebalkan. Seperti bara api di gemericiki minyak tanah. Teman-temannya pun saling bersautan mengungkapan cacian mereka. Menyenangkan, seperti aku menikmati ekspresi mereka. Satu kata yang terlontar berulang-ulang dari mulut si Sari, “shit! Reshit! Resi shit!”

Di lain waktu dan di lain keadaan, Sari  memiliki masalah. Disini, Sari tegak di posisi yang sama seperti Resi, orang yang sempat dia umpat. Dan lagi-lagi aku berada diantara orang-orang yang mengumpat, seperti juri, aku diberi kesempatan untuk menilai. Aku mendengar kata-kata yang sama, kata-kata familier, kata yang sangat nikmat disebut berulang-ulang. Yap, kali ini, Sari yang mendapat embel-embel “Sari shit!” dari temannya.

Aku bener-bener geli. Baru beberapa hari yang lalu aku dengan jelas dan hapaal betul sewaktu Sari mengejek Resi dengan kata shit. Lancar, lugas, dan terdengar sangat nikmat serta khitmad mendengarnya. Dan sekarang aku mendengar kata yang sama tertuju pada Sari. Seandainya Sari tau hal ini, apa yah yang terlintas dipikirannya. Itu ngebuat aku ngeri, apa yang aku ucapkan, apa yang aku perbuat kepada orang lain akan tertuju bukan hanya padanya tapi kepada diriku sendiri.

Sebelumnya qu mau minta maaf dengan pemilik nama yang tertera pada judul diatas. Dan minta maaf sama kamu-kamu yang udah ngesearch nama itu sampe nyasar kesini, (FYI) ini bukan blog nya Pak Arista guyz! hehe

Kemaren aku nulis blog yang nyeritain salah satu dosen aku, dosen mata kuliah SIA, Arista Hakiki. Aku cuma iseng nulis tentang beliau. Dan gaak nyangkaa, pas aku buka statistik blog aku, tiap harinya adaa aja yang googling nama Arista Hakiki dan berakhir dengan nyasar ke blog ini. Bahkan muncul di paling atas hasil googling nya!Aku takut juga klo beneran yang punya nama ntar yang baca ini. Hihi..

Heran yah, koq bisa banyak orang yang sebegitu mencariinya. Apa istimewanya? Baca lagi deh artikel berkaitan sebelumnya..disini

Buat anak2 cewek, mereka bilang Pak Arista ganteng. (owh yea guyz?)

Buat anak2 cowok, mereka bilang Pak Arista itu kharismatik.

Yahh, mungkin..mungkin bener klo sampe smwa mahasiswa bisa bilang gitu padahal setiap minggu mereka seriing begadang ngerjain tugasnya yang numpuk, makulnya yang ampe 3 stgh jam bersama beliau. Hal-hal itu umumnya paliing dibenci sm mahasiswa, tapi mereka masiih tetep ng-fans sama bapak itu.

Apalagi sekarang, pak Arista bikin Facebook! (Arista Hakiki) Wuiizz,, makin naekk daun ajaa. Nah ya, saking mempengaruhinya bapak itu bahkan ada salah satu mahasiswa nya yang bikin pet di pet society dengan nama Arista Hakiki. Kyahahah..dan design nya miriip banged sama karakter Pak Arista..sayang..uda d wafatin..

Huff, sbnernya aku pengen ngejabarin satu2 tentang bapak ini yang juga denger2 dari omongan anak2 maupun pendapat aku sendiri. Tapi males ah..

Eh iya,, buat yang baca dan mau nambahin ttg pak arista, comment dunn biar klo bapaknya baca bisa jadi bahan evaluasi buat beliau..

Tulisan Sebelumnya »