it’s not a serendipity

just get it..let do it..take somethin’ on it..

Kategori: Renungan

Sweet Your Life

Puasa Pertama, Buka Puasa Pertama. Sebelum buka mama minta tolong aku buat semacam buah-buahan dicampur nata de coco dicampur kelapa muda dan sirup mar**n.

Pas buka, mama komentar tentang ‘racikan buah-buahan’ yang aku buat tadi, “ini kurang sirupnya, kurang manis”

Aku cobain dan yaa.. hmm… kurang sedikit.. sedikit.

Setelahnya aku cicip es teh adek ku, ines, yang bener-bener ini namanya kurang manis.

Setelahnya lagi entah kenapa aku cobain lagi sirup buah itu.

MANIS!

Gak ada sedikitpun aku merasa ini kurang manis. Ini..manis!

Aku ulang. Aku ulang ke adek ku.Aku bilang ke ines kalo sirup buah ini kurang manis. Dan aku paksa dia minum. Dia setuju iya kurang manis. Setelahnya aku kasih sisa es teh nya tadi yang memang lebih ‘kurang manis’. Dan dia setuju memang lebih ‘kurang manis’ dari sirup buah. Aku kasih lagi sirup buah…

And voiillaaa……! Dia tersenyum sambil bilang…MANIS!

Okey..i got the point!
Manis atau kurang manis sesuatu itu bukanlah hal yang mutlak ukurannya. Dan sesuatu yang kurang manis yang kita rasakan justru akan membuat kita sangat menghargai sedikit saja rasa yang lebih manis.

This is about life.

Tegas bersyukur

Hal yang paling kita sukai, kadang terasa lebih cepat berlalu dan tiba-tiba menghilang. Janganlah berharap hal yang membahagiakan kita akan membahagiakan selamanya. Yang aku rasain, sering kali aku ngerasa paling lemah justru saat aku sedang berbahagia. Karna kebahagiaan yang sedang aku rasain membuat aku lupa bahwa aku harus tetap menghargai dan memperlakukan sesuatu yang membahagiakan itu tetap baik. Tapi ketika berada dalam keadaan yang sulit, sering kali kita membiarkan diri kita terlalu lama tersiksa didalamnya.

Sebenerny kita tau gimana caranya keluar dari keadaan yg gak kita sukai, tapi kita berlaku seolah-olah kita menunggu orang yang sangat kuat buat maksa kita ngelakuinnya. Kita gak akan pernah 100% siap menghadapi hal baru yang belum terbiasa. Semua langkah baru yang kita ambil itu sering kali dengan paksaan. Kadang ketika kita merasa tidak nyaman dengan keadaan, butuh waktu yang lebih lama buat kita bertahan sampai akhirnya kita harus benar-benar terpaksa keluar dari keadaan itu. Setelahnya? Ternyata keadaan yang baru membuat hati dan pikiran kita lebih bahagia. Sebenernya itu bukan masalah waktu sampai kita berpindah keadaan sendiri, itu ketegasan kita dalam memutuskan sesuatu. Seberapa lama sih kita memiliki waktu? Seberapa kuat kita bisa menggenggam waktu sampai bisa tenang menunggu berada di kondisi yang lebih baik?

Aku belajar untuk menghargai masa-masa bahagia, merasakannya sebaik mungkin, menjaganya seolah tidak selamanya merasakan, dan tidak membiarkannya terusik.

Aku belajar untuk memaksakan diri melakukan sesuatu yang gak mudah, suka dengan sesuatu yang belum pernah dikerjain, dan merasa tertantang dengan sesuatu yang orang bilang sulit..

Be brave, independent, n thankful..

Aku karena kemarin, untuk besok, maka saat ini..

Kelak aku bukan yang tidak perduli, hanya saja itu caraku membongkah semangat meraih yang belum diberi
Aku bergerak meski tak berlari, hanya terkadang merangkak pasti..
pasti..
meskipun tak tahu pasti apakah memang akan diberi
Aku mendengar, memahami, belajar, dan akhirnya mengerti
masih tetap mengerti tapi tak berani memberi
setidaknya harapan untuk diri sendiri..
takut melampaui
pun takut tak menjadi
Tapi aku sadar, aku butuh feedback yang ku sebut toleransi
karna aku tetap selalu berani..berani-beraninya menghambat mimpi seorang calon petinggi
Aku butuh aksi!
Aku butuh rasa percaya diri, meskipun hanya untuk membuat pena ini menari
Oleh sebab itu aku mengajak diriku, mari…!
Karena hanya aku kekuatan yang dapat membangkitkan mimpi..

-nda-

Aku mau..

Aku sedang mempersiapkan sesuatu, sedang membentuk sesuatu.

Aku ga mau nanti tersiksa dengan perasaan menyesal.

Aku jg ga mau salah menafsirkan antara kesabaran dan ketidak-tegasan yang akhirnya bakal bikin aku banyak kehilangan kesempatan.

Aku ga mau suatu saat bingung gimana harus mempertanggungjawabkan ke anak-anak aku nanti klo seandainya mereka ga bisa lebih tercukupi dibanding temen-temen mereka.

Aku mau sukses.

Aku kadang sepi saat butuh perhatian, dukungan, motivasi, tapi gak ada satupun seorang yang bisa dan berani aku ajak berbagi tentang hal itu

Aku sedih dan terluka saat ada orang yang sengaja maupun ga sengaja mengatakan hal-hal yang menusuk, menjatuhkan, menghina.

Aku sakit hati ketika ada orang yang mengecewakan aku, membohongi, menjahati.

Aku kecewa apabila saat aku sangat membutuhkan pertolongan orang lain, tapi mereka ga aku temukan.

Aku mau jadi orang baik. Aku mau jadi seorang yang penyayang. Aku mau jadi inspirasi. Aku mau jadi pembangkit harapan. Aku mau jadi sahabat yang penuh pengertian buat semua orang. Aku mau jadi salah satu sumber kebahagiaan buat orang lain. Aku mau menjadi seseorang sebagaimana orang tersebut aku harapkan kehadirannya dalam hidup aku.

Aku takut seandainya seluruh anggota tubuh ini ga bisa mempertanggungjawabkan apa-apa yang mereka lakukan.

Aku takut kuburan aku nanti dipersempit sampai tulang-tulang aku berceragah.

Aku ga mau amal shalih aku terputus hanya karna aku ga bisa mendidik anak-anak aku menjadi sholeh.

Aku takut hati ini bakal mengeras karena dosa-dosa yang aku perbuat.

Aku takut di laknat Allah.

Aku mau masuk surga. Aku mau kebaktianku kepada orang tua membuatku dicintai Allah. Aku mau sholat dan wudhu ku menyelamatkan aku dari adzab kubur. Aku mau dzikir ku menjadi benteng pertahanan dari godaan dan tipu daya setan. Aku mau memiliki akhlak yang baik sehingga dapat mendekatkan aku kepada Allah tanpa ada hijab.

Aku mau selamat baik di dunia maupun di akhirat.

Filosofi Jagung

Kemaren aku denger penjelasan dari dosen aku tentang tanaman jagung. Jagung itu normalnya bisa tumbuh di suhu 23-27 derajat Celcius. Tapi pemanasan global yang semakin parah ini ngebuat suhu meningkat dan jagung menyerap panas lebih lama dari waktu normal. Nah, karena terlalu banyak dan sering mengonsumsi panas, pertumbuhan jagung akan semakin meningkat. Artinya panen jagung akan semakin cepat. Yang seharusnya 7-8 minggu bisa jadi lebih cepet.

Tapi jangan pikir itu bagus dong. Karena..pertumbuhan yang cepat itu ga ngebuat jagung tumbuh dengan sempurna. Pertumbuhan yang terlalu cepat bakal mengurangi bobot hasil produksi. Jadi meskipun cepet tapi mengurangi timbangan. Dan biji jagungnya sendiri jadi kurang berisi.

Nah,, pas aku denger ini. Aku senyum-senyum sendiri.

Aku belajar bahwa segala sesuatu itu ada massa nya sendiri2. Boleh jadi kayak tanaman jagung tadi, cepat..tapi jadi ga sempurna.

Aku belajar bahwa memang waktu itu tak terbatas, tapi waktu untuk kita terbatas, tetapi bukan berarti aku tergesa untuk ngedapetin semuanya dan mengambil keputusan secepatnya..

Aku belajar bahwa apa yang kita belum juga mengerti sampai sekarang, dibalik itu Tuhan ngasih proses yang indah untuk kita mengerti lebih banyak..

Aku belajar bahwa untuk mendapatkan jawaban atas segala pertanyaan, dibutuhkan ekstra kesabaran..

Aku yakin semua ciptaan Tuhan itu ada sesuatu yang bisa kita pelajari seandainya aja kita bisa lebih peka dalam kehidupan ini.

Paradoks : Semakin kita membenci, semakin mirip kita dengan yang dibenci

Aku suka memperhatikan orang berbicara, berkata-kata, menimbang-nimbang maksud dari rangkaian kalimat mereka. Dan aku menemukan satu hal yang sampai saat aku menulis kata ini, aku tetep belum bisa mengungkap maknanya.

Aku menemukan sebuah kisah menuju..paradoks..

“semakin kita membenci seseorang, maka semakin mirip kita dengan orang tersebut.”

Sari bercerita dengan teman-temannya penuh dengan geletupan benci tentang seseorang, sebut saja namanya Resi. Di sini, Resi memang sosok begitu menyebalkan. Seperti bara api di gemericiki minyak tanah. Teman-temannya pun saling bersautan mengungkapan cacian mereka. Menyenangkan, seperti aku menikmati ekspresi mereka. Satu kata yang terlontar berulang-ulang dari mulut si Sari, “shit! Reshit! Resi shit!”

Di lain waktu dan di lain keadaan, Sari  memiliki masalah. Disini, Sari tegak di posisi yang sama seperti Resi, orang yang sempat dia umpat. Dan lagi-lagi aku berada diantara orang-orang yang mengumpat, seperti juri, aku diberi kesempatan untuk menilai. Aku mendengar kata-kata yang sama, kata-kata familier, kata yang sangat nikmat disebut berulang-ulang. Yap, kali ini, Sari yang mendapat embel-embel “Sari shit!” dari temannya.

Aku bener-bener geli. Baru beberapa hari yang lalu aku dengan jelas dan hapaal betul sewaktu Sari mengejek Resi dengan kata shit. Lancar, lugas, dan terdengar sangat nikmat serta khitmad mendengarnya. Dan sekarang aku mendengar kata yang sama tertuju pada Sari. Seandainya Sari tau hal ini, apa yah yang terlintas dipikirannya. Itu ngebuat aku ngeri, apa yang aku ucapkan, apa yang aku perbuat kepada orang lain akan tertuju bukan hanya padanya tapi kepada diriku sendiri.

Kesalahan-kesalahan yang gak boleh aku ulangi kembali..

Kesalahan-kesalahan yang lumayan sering aku lakuin dan kali ini gak boleh lagi terulang..kya kata Mario Teguh, mending melakukan kesalahan yang baru karena ada hal baru yang akan dipelajari. Nahh..khususnya kesalahan-kesalahan ini sepertinya memiliki prospek besar bakal terulang. Makanya aku mau identify lagi.

Ada satu hal buruk yang selalu aku ulang, mungkin udah 4x aku ulang. Aku tau itu salah. Dan 4x juga aku merasakan akibat buruk dari kesalahan aku itu. Bayangin! 4x aku melakukan kesalahan yang sama sampe akhirnya baru bisa bener-bener sadar itu salah! Sejak kesalahan itu aku lakuin pertama kali nya sebenernya aq uda tau itu salah, tapi aku gak terlalu perduli dan cuek nanggepinnya sampe akhirnya keterusan. Nah, ini..kesalahan ini yang pertama kali harus aku perbaiki dan sampe kapanpun gak boleh lagi aku ulang! Inget..jangan mengenyampingkan, karena pasti suatu saat lengah. Waspada, jadi lah orang yang selalu sadar atas setiap apa yang dilakukan..Kesalahan satu ini kesalahan dalam belajar dan memanfaatkan waktu berkaitan dengan itu. Aku tau yang bikin IP aku turun semester ini, karena Aku selalu nunda-nunda kerjaan. Aku selalu menunda hal yang seharusnya bisa aku kerjakan saat itu. Di puncaknya, selalu semuanya jadi menumpuk, akibatnya kerjaan laen yang harus dilakukan saat itu, terbengkalai semua. Pinter-pinter dongg me-manage waktu dan diri sendiri!

2 hal itu yang harus aku evaluasi dan aku atasi saat ini, aku gak mau mengulang kesalahan yang sama. Aku mau memperbaikinya sedini mungkin. Aku..mau jadi orang yang dari hidupnya ada sesuatu yang bisa dikagumi dan diteladani.

Pohon, Daun, dan Angin .. Kamu, Aku, dan Dia

POHON


Orang2 memanggilku “POHON” karena aku sangat baik dalam menggambar pohon.
AKU selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai trademark pada semua lukisanku.
AKU telah berpacaran sebanyak 5 kali…Ada satu wanita yang sangat AKU cintai..tapi AKU tidak punya keberanian untuk mengatakannya…
Dia tidak cantik..tidak memiliki tubuh yang sexy..
Dia sangat peduli dengan orang lain..religius tapi..dia hanya wanita biasa saja.
AKU menyukainya..sangat menyukainya..
Gayanya yang innocent dan apa adanya..kemandiriannya..kepandaiannya dan kekuatannya…
Alasan AKU tidak mengajaknya kencan karena…
AKU merasa dia sangat biasa dan tidak serasi untukku…
AKU takut…jika kami bersama semua perasaan yang indah ini akan hilang…
AKU takut kalau gosip2 yang ada akan menyakitinya…
AKU merasa dia adalah “sahabatku”…
AKU akan memilikinya tiada batasnya…tidak harus memberikan semuanya hanya untuk dia…Alasan yang terakhir..membuat dia menemaniku dalam berbagai pergumulan selama 3 tahun ini…
Dia tau AKU mengejar gadis2 lain dan AKU telah membuatnya menangis selama 3 tahun…

Ketika AKU mencium pacarku yang ke-2 terlihat olehnya…
Dia hanya tersenyum dengan berwajah merah…”lanjutkan saja” katanya, setelah itu pergi meninggalkan kami.
Esoknya, matanya bengkak..dan merah…
AKU sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis… but AKU tertawa…bercanda dengannya seharian di ruang itu…
Di sudut ruang itu dia menangis…dia tidak tau bahwa AKU kembali untuk mengambil sesuatu yang tertinggal…
Hampir 1 jam kulihat dia menangis disana….

Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya…
Pernah sekali mereka berdua perang dingin, AKU tau bukan sifatnya untuk memulai perang dingin…
Tapi AKU masih tetap bersama pacarku…
AKU berteriak padanya dan matanya penuh dengan air mata sedih dan kaget…
AKU tidak memikirkan perasaannya dan pergi meninggalkannya bersama pacarku…
Esoknya masih tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya…
AKU tau dia sangat sedih dan kecewa tapi dia tidak tau bahwa sakit hatiku sama buruknya dengan dia…
AKU juga sedih…

Ketika AKU putus dengan pacarku yang ke 5, AKU mengajaknya pergi…
Setelah kencan satu hari itu, AKU mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin kukatakan padanya…
Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali bahwa dia juga ingin mengatakan sesuatu padaku…
AKU cerita tentang putusnya AKU dengan pacarku…
Dia berkata bahwa dia sedang memulai suatu hubungan dengan seseorang…
AKU tau pria itu…dia sering mengejarnya selama ini…Pria yang baik, penuh energi dan menarik…

AKU tak bisa memperlihatkan betapa sakit hatiku, AKU hanya tersenyum dan mengucapkan selamat padanya…
Ketika sampai di rumah, sakit hatiku bertambah kuat dan AKU tidak dapat menahannya…
Seperti ada batu yang sangat berat didadaku…AKU tak bisa bernapas dan ingin berteriak namun apa daya…

Air mataku mengalir tak terasa aku menangis karenanya…
Sudah sering AKU melihatnya menangis untuk pria yang mengacuhkan kehadirannya…
Handphoneku bergetar…ternyata ada SMS masuk…SMS itu dikirim 10 hari
yang lalu ketika aku sedih dan menangis…

SMS itu berbunyi,”DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?”

DAUN


AKU suka mengoleksi daun-daun, kenapa?
Karena AKU merasa bahwa DAUN untuk meninggalkan pohon yang selama ini ditinggali membutuhkan banyak kekuatan.Selama 3 thn AKU dekat dengan seorang pria, bukan sebagai pacar tapi “Sahabat” .
Tapi ketika dia mempunyai pacar untuk yang pertama kalinya…
AKU mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah aku pelajari sebelumnya – CEMBURU…
Perasaan di hati ini tidak bisa digambarkan dengan menggunakan Lemon.
Hal itu seperti 100 butir lemon busuk. Mereka hanya bersama selama 2 bulan…
Ketika mereka putus, AKU menyembunyikan perasaan yang luar biasa gembiranya.
Tapi sebulan kemudian dia bersama seorang gadis lagi…AKU menyukainya dan AKU tau bahwa dia juga menyukaiku, tapi mengapa dia tidak mau mengatakannya?
Jika dia mencintaiku, mengapa dia tidak memulainya dahulu untuk melangkah?
Ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku sedih…
Waktu berjalan dan berjalan, hatiku sedih dan kecewa…

AKU mulai mengira bahwa ini adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan…
Tapi..mengapa dia memperlakukanku lebih dari sekedar seorang teman?

Menyukai seseorang sangat menyusahkan hati…AKU tahu kesukaannya…kebiasaannya…
Tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa diketahui…
Kau tidak mengharapkan AKU seorang wanita untuk mengatakannya bukan ?
Diluar itu, AKU mau tetap disampingnya…memberinya perhatian…menemani…dan
mencintainya…
Berharap suatu hari nanti dia akan datang dan mencintaiku…
Hal itu seperti menunggu telephonenya tiap malam…mengharapkan mengirimku SMS…
AKU tau sesibuk apapun dia, pasti meluangkan waktunya untuk ku…
Karena itu, AKU menunggunya…
3 tahun cukup berat untuk kulalui dan AKU mau menyerah…Kadang AKU berpikir untuk tetap menunggu…
Dilema yang menemaniku selama 3 tahun ini…

Akhir tahun ke-3, seorang pria mengejarku…setiap hari dia mengejarku tanpa lelah…
Segala daya upaya telah dilakukan walau seringkali ada penolakan dariku…
AKU berpikir…apakah aku ingin memberikan ruang kecil di hatiku untuknya ?!..

Dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untuk terbang dari pohon…
Akhirnya, AKU sadar bahwa AKU tidak ingin memberikan Angin ini ruang yang kecil di hatiku…

AKU tau Angin akan membawa pergi Daun yang lusuh jauh dan ketempat yang lebih baik…
Akhirnya AKU meninggalkan Pohon…tapi Pohon hanya tersenyum dan tidak memintaku untuk tinggal…
AKU sangat sedih memandangnya tersenyum ke arahku…

“DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?”


ANGIN


AKU menyukai seorang gadis bernama Daun…
karena dia sangat bergantung pada Pohon..jadi aku harus menjadi ANGIN yang kuat…Angin akan meniup Daun terbang jauh…
Pertama kalinya..AKU melihat seseorang memperhatikan kami…
Ketika itu, dia selalu duduk disana sendirian atau dengan teman2nya memerhatikan Pohon…
Ketika Pohon berbicara dengan gadis2, ada cemburu di matanya…
Ketika Pohon melihat ke arah Daun, ada senyum di matanya…
Memperhatikannya menjadi kebiasaanku…seperti daun yang suka melihat Pohon.
Satu hari saja tak kulihat dia…AKU merasa sangat kehilangan…Di sudut ruang itu, ku lihat pohon sedang memperhatikan daun…
Air mengalir di mata daun ketika Pohon pergi…
Esoknya…Ku lihat Daun di tempatnya yang biasa, sedang memperhatikan Pohon…
AKU melangkah dan tersenyum padanya…Kuambil secarik kertas..kutulis dan kuberikan padanya…
Dia sangat kaget…

Dia melihat ke arahku, tersenyum dan menerima kertas dariku…
Esoknya…dia datang…menghampiriku dan memberikan kembali kertas itu…
Hati Daun sangat kuat dan Angin tidak bisa meniupnya pergi, hal itu karena Daun tidak mau meninggalkan Pohon.
AKU melihat kearahnya…kuhampiri dengan kata2 itu…
Sangat pelan…dia mulai membuka dirinya dan menerima kehadiranku dan telponku…

AKU tau orang yang dia cintai bukan AKU…tapi AKU akan berusaha agar suatu hari dia menyukaiku…
Selama 4 bln, AKU telah mengucapkan kata Cinta tidak kurang dari 20x kepadanya…
Hampir tiap kali dia mengalihkan pembicaraan…tapi AKU tidak menyerah…
Keputusanku bulat….AKU ingin memilikinya…dan berharap dia akan setuju menjadi pacarku….

Aku bertanya,” apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak pernah membalas?
Mengapa kau selalu membisu?”
Dia berkata, “AKU menengadahkan kepalaku”…

“Ah?” Aku tidak percaya dengan apa yang kudengar…
“Aku menengadahkan kepalaku” dia berteriak…

Kuletakkan telepon……melompat….berlari seribu langkah…ke rumahnya…
Dia membuka pintu bagiku…Ku peluk erat-erat tubuhnya…

“Jadi, DAUN terbang karena tiupan ANGIN atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?”

Baca entri selengkapnya »

Bulan terburuk = Bulan terbaik ??

Sepertinya..bulan ini banyak bner cobaan buat aku.

Banyak banget kejadian-kejadian yang tampak memojokkan, menyedihkan, mengecewakan, bahkan menyakitkan meskipun sesungguhnya itu hanya cara Allah  mendewasakan aku.

Tahun ini, pertengahan bulan ini..bakalan pertama kalinya umur aku yang tadinya angka satu didepan berubah jadi angka 2. Tahun ini aku 20 tahun.

Aku tau walaupun semua yang terjadi itu gak bisa selalu diiringi tawa,  tapi aku bersyukur atas setiap air mata yang aku tetesin, artinya Allah sedang mengepel hati aku yang mulai kotor.

Tapi semua kejadian-kejadian harus ada recordnya, pencatatannya. Kayak Akuntansi kan Pencatatan berupa Laporan Keuangan merupakan hal penting dimana kita bisa membaca posisi suatu perusahan dari berbagai aspek.

Bulan ini, dibuka dengan aku harus menerima kenyataan bahwa.. IP aku turun agak drastis.. Tapi aku gak langsung gelisah dan stress kayak anak-anak yang lain. Aku cukup kecewa pas pertama kali liatnya, melenceng dari target, melenceng dari harapan. Lantas..salah kah aku punya harapan? Apa aku harus marah dengan diri aku yang udah diguncang kekecewaan ini? Pasti engga..dan aku gak setega itu. Ya apa boleh buat, disuruh balik ke masa lalu pun aku gak mau meskipun ada jaminan lebih baik. Aku tau terlalu berlebihan klo aku bilang ini takdir aku dapet IP kecil –aku gak bisa terlalu ekstrim buat membesarkan hati aku sendiri–. Aku cuma kurang bertanggung jawab, kurang tegas, dan sedikit malas. Kenapa aku bilang kurang dan sedikit –berarti masih ada kan walaupun sedikit!–, karena aku tau sesungguhnya aku masih sadar akan tanggung jawab, masih punya keinginan untuk bersikap tegas, dan masih punya semangat untuk lebih rajin. Sayangnya, kesadaran untuk selalu memotivasi itu yang kurang. Juga kebiasaan untuk bersenang-senang dahulu perlahan mampus kemudian yang masih juga jadi parasit buat aku. Ya aku tau Darwin bilang aku ini hanya seekor kera, klo gak mau dibilang kera, aku harus mati-matian jadi manusia. Aku gak mau ngeliat kegagalan kecil ini lagi. Take a chance and make a change!

Aku sepertinya banyak mendengar kata-kata yang menyakitkan dari orang yang aku sayangi this month. Aku tau dia gak bermaksud seperti itu dan yang dia bilang memang apa adanya. Hanya aja, karena keluar dari mulutnya, aku jadi double sensitive. It doesn’t matter klo misalnya kalimatnya buat mengevaluasi aku, tapi klo itu berupa statement menyakitkan, bagaimana cara menahan sakitnya? Aku bukan orang yang ekspresif dalam situasi seperti ini. Aku cuma bisa diem. Memangnya harus apa? ngebales? Gak bisa, berharap membenci buat apa juga, mencoba biasa tapi terngiang. Yah..berharap suatu saat semua kalimat itu menumpuk jadi boomerang buat mengembalikan rasa-rasa yang terasa.

Dan bulan februari ini, yang kata orang-orang bulannya cinta memang kebetulan benaar. Aku telah menyaksikan drama percintaan kuno. Aliran minoritas yang sedikit penganutnya. Kegilaan akan cinta stadium akut. Penyakit yang penderitanya menderita kebutaan hati. Seperti tak terobati. Ngebuat aku mau gak mau kehilangan teman dibawah lampu yang padam, aku tau gak berapa lama lampu akan menyala dan aku akan segera menemukannya kembali. Tapi selagi lampu masih padam, aku takut..temanku yang aku tau lebih penakut dari aku bagaimana bisa tenang sebelum aku menemukan dan merengkuhnya? Disini..bagian ini mengajarkan aku bahwa hidup memang pilihan. Pilihan yang tampak lebih sulit atau paling tidak mungkin lah yang sebenarnya mungkin terbaik untuk terpilih. Nothing is impossible.

Besok..tetap di bulan yang sama ada suatu perayaan pertanda. Hal yang paling aku gak suka dalam hidup ini, tapi paling sarat makna. Perpisahan.. Mungkinkah aku bakal merasa kehilangan? Aku inget dulu aku pernah nangis histeris semingguan setiap harinya pas sahabat yang paling aku sayang ninggalin aku ke kota lain. Wauwh rapuh banget.. Aku bahkan kepikir lebih baik aku begini..begitu.. daripada aku harus kehilangan dia. Aku yang selama ini ada dia buat berbagi, harus sendiri. Tapi setiap pedih air mata itu ternyata bukan tetesan sia-sia, justru semakin menguatkan aku. Kita memang sering rela untuk menukarkan hal yang telah kita punya denan sesuatu yang belum teraih. Padahal kita gak pernah bener-bener tau apakah itu memang lebih baik atau enggak. Aku cuma mau berpikir simple, bahwa kehilangan itu berarti kita pasti diberi ganti yang lebih baik atau dikembalikan di waktu yang lebih bermakna. Tergantung sepositif apa kita beranggapan.

Bulan ini yang memang tampak seperti bulan terburuk buat aku, sebenernya bulan terbaik. Tergantung apa itu definisi ‘baik’ untuk dan menurut kita.

Hari ini aku belajar pentingnya menghargai orang lain dan bertanggung jawab

hi blog..

Hari ini aku merasa jadi orang yang jahatt banget! Gimana engga..

Ka yoyo CS kan nge godain kak deny dengan seorang cewek. Kak deny sbnernya gak suka. Tapi ntah apa yang bikin mereka selalu ketawa tiap kali ngegodain kak deny. Nah, tadi kak yoyo ngeliatin foto si cewek itu. Tak..tuk..tak..tuk..terbesitlah ide buat ngedit foto cewek itu dan ka deny seolah emank foto bareng —  FYI : setan ngebisikin ide itu ke ka yoyo — Tapi uugh..aku yang actually ngerasa gak ada yang salah sama ‘perjodohan becandaan’ ini, mau aja diminta ngeditin. Hasil editannya..pas banget! Sbnernya itu editan yang paling aku suka kya wedding card gitu, posisi nya pas jadi seolah mereka serasi banget di foto itu. Aku upload ke account laluppo, dan yah dalam hitungan menit, mereka semua liat foto itu. Buat lucu-lucuan antar tmen2 segeng emank awalnya, tapi koq aku ngerasa jahat banget..huhuhu.. Aku jadi gak tenang, dan kebayang terus senyum mbak yang aku editin foto nya sama ka deny itu. Emank lebay sih..tapi setelah aku kepikiran dan kepikiran terus, mba itu bahkan gak tau nama Indah Parmalia, nama aku..tapi aku bisa tega jahatin dia. Owh…klo orang-orang gak bertanggung jawab kayak yang aku lakuin semakin banyak gak segera menyesali diri, kacau banget! Aku tanya sekarang sama diri aku sendiri, gimana perasaan aku klo di posisi mba itu. Aku pasti merasa dilecehkan, merasa tidak dihargai sebagai sesama manusia khususnya sesama wanita.

Sekali lagi, walaupun semua anaka-anak bilang “Ya Allah…santai ajaa ndaah..”. Tapi bukan alasan tepat untuk tidak menghargai orang lain. Klo selalu beranggapan ah cuma hal kecil, lama kelamaan bakal besar. Dan gak ada hal masuk akal untuk membenarkan seseorang untuk enggak bertanggung jawab.

Foto nya udah aku apus. Dan lain kali. Aku memohon sekali pada diriku, Indah Parmalia, untuk berpikir dulu sebelum bertindak, jangan menjadikan suatu hal itu sebagai lelucon aja. Perlakukan orang lain hanya untuk hal-hal yang sebagaimana kamu pengen diperlakukan oleh orang lain, selain itu — apa yang kamu gak pengen — DON’T Do it!