Esok itu sesungguhnya lebih dekat dari jarak hembusan nafas berikutnya

by Indah Parmalia

Menunggu memang milik orang-orang yang sabar, tetapi bukan untuk yang menunggu terlalu lama. Aku belajar bahwa kesabaran itu adalah penantian yang ikhlas dan seiring dengan usaha. Aku bersyukur atas segala proses yang aku lewati meskipun ketika menengok kembali ada beberapa bagian yang buat aku menggeleng, tertawa kecil, senyum, tapi tidak untuk menangisinya. Aku ada dalam kehidupanku sendiri dan bagian dalam kehidupan orang-orang di sekitar ku memang bukan atas rencana yang aku buat dan kehendaki, dan hasil dari kehidupan itupun bukan semata karna keputusanku. Seharusnya memang selalu ada 2 sisi berpasangan dalam hidup ini yang bisa jadi sama baiknya. Ada saatnya aku menunggu, tetapi ada logikanya aku harus berhenti menunggu. Tapi untuk bersabar, aku memilih untuk tidak berhenti.

Aku selalu yakin, bahwa keindahan itu bukanlah suatu paket dengan isi yang sama. Didalamnya pasti terdapat hal-hal buruk yang kurang bahkan tidak indah. Bukankah kita bisa mengatakan sesuatu itu cantik karna kita tau ada yang buruk. Maka ketika semua hal didunia ini indah? bukankah semuanya justru dikatakan biasa saja? Mungkin hari ini, saat ini, aku tidak merasakan keindahan, tapi aku punya paket kehidupan yang akan selalu ada yaitu kemarin, hari ini, dan esok yang akan terus  berputar. Jadi satu-satu nya cara melewati kesulitan adalah menikmatinya. Karena ketika itu berubah menjadi suatu kemudahan yang indah maka akan terasa sekali perbedaannya, itulah mengapa ada orang bisa bersyukur atas segala kondisi yang ia rasakan.

Aku juga sadar bahwa waktu adalah hal yang paling cepat dibanding apapun dan waktu tidak akan pernah berhenti berputar. Berapa sering aku seperti tidak percaya misalnya akan segera menghadapi perpisahaan padahal baru kemari rasa-rasanya kami bertemu. Aku selalu berhenti untuk mencemaskan hari ini ketika mengingat kenyataan tersebut.  Tetapi hal ini membuat aku untuk tidak terlalu muluk merencanakan masa depan. Aku memang punya mimpi yang indah dan selalu yakin bahwa itu adalah pemacu yang penting dalam hidupku. Tapi perencanaan di masa depan justru akan banyak membingungkan langkahku, akan terlalu banyak rencana padahal Tuhan lah yang memutuskan rencana tersebut. Jadi aku memilih untuk fokus pada hari ini, saat di mana aku benar-benar bisa melakukan sesuatu dan membuatnya bergerak menuju keputusan terbaik yang Tuhan berikan di masa mendatang yang akan cepat aku rasakan menjadi saat ini.