Filosofi Teori Darwin

by Indah Parmalia

Tadi..pas duduk di Bus mahasiswa..ujan..

Aku duduk didket kaca..Aku ngeliat kayak ada sesuatu — makhluk — diseberang sana yang entah apa tapi menyerupai..kera..

Nahh, mikir-mikir tentang kera aku jadi inget teori yang bilang kita ini dulu nya kera. Teori Evolusi dari para atheis untuk mengaburkan paham keagamaan meskipun gagal.

evolution-white Actually, aku bener-bener setuju dengan evolusi itu. .

Ada yang gak setuju?

Jelas kalian gak bisa dong bilang aku salah klo aku setuju sama teori itu..

Tergantung dari sisi mana kita memandang. Aku setuju, karena disitu berarti Darwin sadar betul bahwa manusia ini baik dari inter atau antar zaman, senantiasa berevolusi. Dari yang primitif jadi modern. Dari yang kekanak-kanakan jadi dewasa. Berubah untuk selalu lebih baik..dan bertahap.

Hanya aja, evolusi itu gak melulu jadi yang lebih baik — progresif –, bisa-bisa kita malah lebih terpuruk — regresif –, huff..jadi kera lagi dunn! hehe

Tapi Teori ini meyakinkan dan optimis bahwa seburuk apapun seseorang secara umum tetep ada kemungkinan besar menjadi lebih baik. Dari kera — binatang yang begitu banyak kekurangan dan buruk rupa — menjadi manusia — makhluk yang paling sempurna —

Ada sifat maupun sikap kita yang pasti bertentangan dengan orang lain. Kita bersosialisasi, berarti menilai, kemudian membandingkan. Itu kenapa ada kata-kata “seleksi alam” dalam masyarakat. Klo kita mengharapkan orang lain untuk dapat menerima kita apa adanya, salah besar! Analogi nya sama kayak konsumen suatu perusahaan, meskipun kita mendapati konsumen suatu perusahaan semakin banyak tiap periode nya tetapi dengan data konsumen yang jarang sekali sama atau konsumen yang berbeda-beda, artinya perusahaan tersebut harus waspada, mereka tidak memiliki konsumen tetap yang loyal tiap periodenya, artinya lagi apa? ada masalah dengan produk mereka sehingga konsumen tidak ingin memakai product itu lagi sebagai produk tetap yang terpercaya. Perusahaan harus melakukan evolusi product dalam tempo secepatnya. Sama kan kayak kita, klo ada temen yang egois dan dia bertahan pada prinsip untuk menemukan orang yang bisa menerima dia apa adanya, sesetia apapun kita, otomatis kita bakal gerah di deket dia..lambat laun ketika semua orang tau..siapa sahabat setianya? gak ada..

Itu lah didalam Teori Darwin ini dijelaskan, dari seleksi alam, suatu gen dapat beradaptasi. Kita pilah-pilah yang mana gen unggul, itu yang dipertahankan..

Makanya, jangan cuma protes aja disamain dengan kera, tapi memang harus ada suatu pembuktian bahwa kita ini manusia dinamis..kearah kesempurnaan..meskipun bukan berarti sempurna..

What s ur opinion guyz? hehe