Pria tanpa materi apakah berarti tidak memiliki harga diri?

by Indah Parmalia

Dear my ever-after-diary (gombal yah..hehe)

Aku punya sahabat cowok, nyetbukan sahabat2an tapi sahabat bneran yang rasanya klopun ada hal yang gak mungkin di dunia ini, aku gak mungkin jatuh cinta sama dia..hoho.. Aku sering banget tukar pikiran sama dia, sampe pake debat-debatan segala! Dia bakal jadi orang pertama dan paling kritis mengkritik aku klo ada secuil aja sikap dan sifat aku yang berubah.

Semalem, ada satu hal yang aku pelajari dari ngobrol sama dia –bukan dari dia–. Bahwa ada tipe-tipe pria yang gak terima klo dia gak lebih baik dari segi materi, wawasan, atau apalah dari wanita.  Pria itu ngerasa minder, gak percaya diri, bahkan harga diri nya jatuh klo wanita nya secara finansial lebih baik. Oke, emank gak bisa dipungkiri klo pria biasanya selalu lebih unggul dari wanita. Tapi apa itu suatu hal yang mutlak? Bukan kan.. Yang ada menurut aku begitu picik dan sempit nya cara pria yang berpikir seperti itu.

Kya yang aku baca di blog siapa –ntah lupa– seringkali orang salah tujuan, mempertahankan harga diri malah jadi gengsi. Pria kayak gini nih..yang ada dia gengsi. Pria kyak gini hanya membiarkan dirinya merasa gak lebih berarti dari materi.  Dia gak sadar klo ada sesuatu dalam dirinya yang dibutuhin wanita, sesuatu yang sebenernya ada di dalam diri dia dan bukan sesuatu yang tampak dari luarnya.

Klo dia memang merasa punya harga diri. Dia bukannya malu, tapi justru menjadi tantangan buat dia menunjukkan, “ini loh..ada sesuatu yang  masih bisa aku kasih buat bahagiain kamu yang gak akan kamu dapetin dari semua materi yang kamu punya.” Tentunya gak terlepas dsampe situ aja. Harga diri membuat orang berusaha dengan lebih baik. Tapi gengsi nya membuat dia memilih untuk tidak menerima kenyataan seperti itu.

Aku harap sudut pandang ini gak cuma buat sahabat aku, tapi juga buat semua pria. Kalian itu berharga buat kami sekalipun ketika kalian merasa gak memiliki apa-apa untuk dapat dibanggakan.Itulah salah satu mengapa diciptakan siang menggantikan malam dam malam menggantikan siang. Karena ada hal-hal yang gak bisa dikasih Tuhan sekaligus, agar kita bisa saling mengisi untuk melengkapinya..