Jangankan pakar ekonomi, anak SD aja bisa koq motong rantai kemiskinan!

by Indah Parmalia

Tadi aku baca blog nya mas Nasrul tentang kemiskinan. Aku jadi inget mata kuliah Pak Tajuddin (ehmm) Pengantar Ekonomi Pembangunan. Bagian ini nih bagian yang aku paling paham betul, The Vicious Circle of Poverty atau Rantai kemiskinan. Aku gak akan ngebahas yang berat berat tentang masalah ini. Karena dengan postingan ini, aku cuma mau ngajak kita semua untuk sedikit perduli dengan sedikit berkontribusi. Hellow blogger n reader,,, kita ini banyaak banget. Klo semua orang yang baca postingan ini memberikan sumbangsih dengan menerima ajakan aku, dampaak nya gedee banget! Long Term!

Kayak yang kita tau posisi negara kita sebagai negara berkembang tentu aja kemiskinan merupakan masalah yang mendasar. Maksudnya, masalah ini bakal menstimulasi masalah2 lainnya. Padahal, kita yang awam akan pengetahuan ekonomi ini aja bisa bantu mengatasinya. Sekarang ayo kita pahami secara simpel dulu rantai kemiskinan itu kayak apa.

the-vicious-circle-of-poverty

Pertama kita mulai dengan kalimat

Rakyat miskin (jelas timbul pertanyaan dong)

Kenapa rakyat miskin?

karena yah pendapatan nya rendah

Kenapa pendapatan rendah?

karena produktivitasnya rendah

Kenapa produktivitas rendah?

karena investasi ke kita sedikit

Kenapa  investasi sedikit?

karena tabungan kita kecil, gimana orang bisa yakin berinvestasi ke kita klo kita gak punya jaminan

Kenapa  saving kita kecil?

karena kita miskin, mau punya duit buat nabung darimana klo kebutuhan sehari2 aja kurang.

Naah, balik lagi..Kenapa miskin?

Jelas kan, masalah nya berputar di situ-situ aja. How to solve? Nanti dulu jawab yang ilmiahnya. Sebagai pelajar..sebagai mahasiswa.. Kita bisa sama-sama motong rantai kemiskinan itu. Kayak orang motong pita pas peresmian ato syukuran apa. Anggep aja ini rantai besi, tenaga satu orang gak cukup buat mutusinnya, tapi klo tenaga kita di gabungin..Hwaw..luar biasa, itu bukan apa-apa. Caranya, setiap orang dari kita harus punya keyakinan dulu. Kapanpun rantai itu putus, yang jelas klo kita berhasil ngumpulin orang buat mutusinnya, bakal putus juga koq..heheh.. Nahh, selanjutnya kita cuma harus belajar! Jangan pikir belajar itu cuma buat kita, ketika kita mau belajar itu berarti sama aja kita mengangkat satu keluarga buat keluar dari masalah kemiskinan. Akhirnya, bukan hanya semua orang miskin bisa keluar, tapi kita juga ngebawa negara kita ke kondisi yang lebih makmur.

Tau gak dengan belajar, dari sisi rantai mana yang bisa kita potong? Kita bisa motong pas bagian antara produktivitas dan investasi. Dengan ilmu yang sebegitu hebatnya kita kuasai di bidang kita masing2, dengan skill dan kreativitas yang kita bina dari sekarang. Yang singkatnya dengan kita serius belajar di kampus dan sekolah. Skill kita akan dibayar orang dengan mahal. Kemampuan kita bakal ngalahin bentuk investasi manapun. Jelas aja, klo kita tau sela nya, dengan investasi yang sedikit pun dan dengan skill kita, kita bisa berproduksi secara maksimal. Jadi investasi disini gak hanya dalam wujud materi. Tapi investasi pendidikan kita jangka panjang dengan hanya lebih serius saat guru atau dosen kita ngajar. Gampang kan, masalah mendasar negara kita ternyata gak hanya bisa diatasai oleh pakar doang. Kita sebagai pelajar bisa jadi expert. Dan itu sudah jadi ketentuan, klo kita dari sekarang mau lebih serius belajar, wlopun Presiden gak ngeluarin kebijakan2 ekonomi, kita tetep bisa motong rantai kemiskinan. Ayo doong, kita kan bisa kompakan. Kita semua punya hobby yang sama, menulis yang tentunya harus banyak referensi dengan mebaca. Sebarin ini ke temen2 kita. Ajak mereka juga. Dari anak yang baru sekolah sampe mahasiswa tingkat berapapun! Meskipun kita secara individu gak dapet reward, tapi eksistensi kita sebagai pemuda/i bisa diakui oleh negara luar. Hoby menulis kita tentunya bakal lebih di fasilitasi kan..hehe..

Chayo!