Tadi..pas duduk di Bus mahasiswa..ujan..
Aku duduk didket kaca..Aku ngeliat kayak ada sesuatu — makhluk — diseberang sana yang entah apa tapi menyerupai..kera..
Nahh, mikir-mikir tentang kera aku jadi inget teori yang bilang kita ini dulu nya kera. Teori Evolusi dari para atheis untuk mengaburkan paham keagamaan meskipun gagal.
Actually, aku bener-bener setuju dengan evolusi itu. .
Ada yang gak setuju?
Jelas kalian gak bisa dong bilang aku salah klo aku setuju sama teori itu..
Tergantung dari sisi mana kita memandang. Aku setuju, karena disitu berarti Darwin sadar betul bahwa manusia ini baik dari inter atau antar zaman, senantiasa berevolusi. Dari yang primitif jadi modern. Dari yang kekanak-kanakan jadi dewasa. Berubah untuk selalu lebih baik..dan bertahap.
Hanya aja, evolusi itu gak melulu jadi yang lebih baik — progresif –, bisa-bisa kita malah lebih terpuruk — regresif –, huff..jadi kera lagi dunn! hehe
Tapi Teori ini meyakinkan dan optimis bahwa seburuk apapun seseorang secara umum tetep ada kemungkinan besar menjadi lebih baik. Dari kera — binatang yang begitu banyak kekurangan dan buruk rupa — menjadi manusia — makhluk yang paling sempurna –
Ada sifat maupun sikap kita yang pasti bertentangan dengan orang lain. Kita bersosialisasi, berarti menilai, kemudian membandingkan. Itu kenapa ada kata-kata “seleksi alam” dalam masyarakat. Klo kita mengharapkan orang lain untuk dapat menerima kita apa adanya, salah besar! Analogi nya sama kayak konsumen suatu perusahaan, meskipun kita mendapati konsumen suatu perusahaan semakin banyak tiap periode nya tetapi dengan data konsumen yang jarang sekali sama atau konsumen yang berbeda-beda, artinya perusahaan tersebut harus waspada, mereka tidak memiliki konsumen tetap yang loyal tiap periodenya, artinya lagi apa? ada masalah dengan produk mereka sehingga konsumen tidak ingin memakai product itu lagi sebagai produk tetap yang terpercaya. Perusahaan harus melakukan evolusi product dalam tempo secepatnya. Sama kan kayak kita, klo ada temen yang egois dan dia bertahan pada prinsip untuk menemukan orang yang bisa menerima dia apa adanya, sesetia apapun kita, otomatis kita bakal gerah di deket dia..lambat laun ketika semua orang tau..siapa sahabat setianya? gak ada..
Itu lah didalam Teori Darwin ini dijelaskan, dari seleksi alam, suatu gen dapat beradaptasi. Kita pilah-pilah yang mana gen unggul, itu yang dipertahankan..
Makanya, jangan cuma protes aja disamain dengan kera, tapi memang harus ada suatu pembuktian bahwa kita ini manusia dinamis..kearah kesempurnaan..meskipun bukan berarti sempurna..
What s ur opinion guyz? hehe

Dahsyat!
Tulisan kamu sangat bagus.
Perubahan akan selalu terjadi bagi setiap entitas. Perubahan meniscayakan “gerak”. Gerak itulah kepastian bagi setiap entitas untuk menyempurna.
Dalam Pandangan Dunia mistik: kepastian raga dan ruh yang manunggal dalam tubuh manusia sangat bertentangan. Kepastian gerak ragawi menuju kemusnahan atau degradasi. Raga menuju ke kematian. Sementara ruh berkecenderungan menyempurna dan eksistensinya abadi.
Unik, dua entitas yang berkecenderuangan berseberangan bisa menyatu. Itulah alasan mengapa mahluk yang mengandung ruh sekaligus fisik disebut sebagai manusia.
Kesempurnaan adalah tema paling purba yang dimunculkan peradaban manusia.
Kesempurnaan yang menjadi semangat perubahan menuju capaian keabadian, karena itulah alasan setiap keberadaan terus berevolusi. Sayangnya, manusia acap gagap dan terjungkal bahkan terpuruk saat berusaha menyempurna. Itu karena, salah satu sebabnya, manusia menganggap entitas ragawi dipaksa abadi (misal, kulit yang mulai kendur dioperasi plastik agar kembali kencang). Pandangan manusia semacam ini sangat materialistik, hingga harus mengabaikan ruhani yang senderung spiritualis.
Terakhir: Every Human Could be Perfect! Maka abaikan “No Body’s Perfect!”
BTW, aku suka tulisanmu. Bravo Indah Parmalia… izinkan aku menjadi kawanmu… aku add kamu sebagai kawanku di blogku.
@anwar aris
alhamdulillah klo tulisanny bgus..heheh..
aku cm ngerasa trll sempit klo qt terpacu dengan kata-kata ‘manusia tidak ada yang sempurna’, bukan berarti salah, memang bener..tapi aku beranggapan maksud kalimat itu, kita bisa berusaha sempurna, tapi penyempurnaannya dengan tawakal,, krn semua ny kembali kepada Allah swt..
Soalnya qt ini dikit2 bilang, “aah..toh manusia ga ada yg sempurnaa..”..huff..klo uda berpikir qt mulai pasrah deh sblm brusaha..
mbak indah,….. aku terlalu sulit untuk memahami teori evolusi, kakek dan nenek saya aja saya ga paham betul karena mereka meninggal dunia dikala aku masih kecil, apalagi harus mengetahu nenek moyang,………
tapi apa sayahnya belajar dari waktu yang lalu, karena pembagian waktu menurut saya menjadi tiga yaitu :
kemaren,….. sekarang ,…….. dan esok
kalo kemaren dah terjadi, kalo sekarang sedang kita nikmati (kita syukuri dan kita gunakan supaya bermanfaat) dan yang terakhir adalah hari esok…… siapa yang tahu hari esok ?
bener-bener berbobot dan familier karakter tulisan mbak indah, semoga seindah namanya,…….. salam kenal ja
@suwardisuryaningrat
wahh makasiih banyak yaa mas atas kunjungan dan komentarnya semoga membangun..
oh iya, saran saya masukin url blognya mas biar mudah meninggalkan jejak dr komentarnya..
salam kenal..
Perubahan terjadi pada semua makhluk, tanpa kecuali, arah mana perubahan hanya pengandaian saja. Dalam perubahan … tidak ada istilah gen unggul, karena sangat tergantung bagaimana proses perubahan itu terjadi sehingga mampu beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Sedangkan manusia … yang memang diciptakan dengan sebaik-baik bentuk, tidak mengadaikan suatu kesempurnaan dan ketotalan, namun bergerak dalam proses yang sempurna. Salam
Teori evolusi? Setahu aku itu adalah teori yang meruntuhkan keyakinan akan agama!! Logika berjalan, akal sehat berlari, agama masih merangkak, itulah situasinya gara2 ada teori evolusi, dan itu masih terjadi sampai sekarang!! Charles Darwin memang hebat, dia telah sukses membuka kepalsuan, membongkar kemunafikan, menguak kebodohan dan sisi2 negatif lain dari agama dan umat beragama…terima kasih pak Darwin…Elu emang saik bais coy!!
Baik di tingkat molekuler, atau pun dalam biologi dan paleontologi, penelitian telah membuktikan ketidak-absahan pernyataan makhluk hidup muncul sebagai hasil proses evolusi. Teori Darwin mampu bertahan, sekalipun bertentangan dengan kenyataan ilmiah, hanya karena para evolusionis melakukan segala hal yang mereka bisa, termasuk sengaja menyesatkan orang, agar teori itu tetap hidup. Tulisan dan ceramah mereka dipenuhi istilah ilmiah yang tidak dimengerti orang awam. Tetapi bila kata-kata mereka ditelaah, orang tidak dapat menemukan bukti untuk mendukung teori mereka.
Pemeriksaan yang seksama atas karya tulis terbitan kaum Darwinis telah jelas mengungkapkan kenyataan ini. Uraian mereka hampir tidak pernah berdasarkan bukti ilmiah yang kukuh. Berbagai bidang mendasar, tempat teori ini runtuh, dipulas dengan beberapa patah kata, dan banyak uraian aneh ditulis tentang sejarah alam. Mereka tidak pernah memusatkan perhatian pada pertanyaan-pertanyaan utama, misalnya bagaimana pertama kali kehidupan timbul dari zat-zat yang tak-hidup, celah-celah lebar pada catatan fosil, dan sistem pada makhluk hidup yang rumit. Mereka tidak melakukannya, karena apa pun yang dapat mereka katakan atau tulis akan berlawanan dengan tujuan mereka serta mengungkapkan kekosongan teori mereka.
teori evolusi ???????????????????????? itu sudah tidak zaman lagi, sekarang zaman orang sudah cerdas, tidak mudah terpengaruh oleh khayalan sang Darwin, but l don`t know what happened with mba` indah, saya rasa yang dimaksud dengan oleh mba` itu ada benarnya, tp seharusnya mba` tidak mengatakan kata setuju dengan teori tersebut, yang mba` maksud itu adalah evolusi sifat bukan evolusi yang dimaksud oleh Darwin dari kera menjadi manusia………….. Seandainya Darwin benar, kenapa masih ada kera bin monyet bin gorilla yang tidak pernah berubah nenjadi manusia ?????????????????
Dapat dijadikan cermin apakah diri kita sama sperti tingkah dari esensi teori darwin tsb, bisa jadi benar tapi pendapat saya adalah 50:50…..berkacalah…..instrospeksilah…
kalian sok suci bgt sih.
menganggap teori evolusi bertujuan untuk meruntuhkan agama?
apa untungnya buat ilmuwan? mereka bekerja semata2 demi science. mereka gak peduli pendapat agama kalian.
ilmuwan bukan kayak muslim yg dapet untung kalo bisa ngajak seseorang convert ke muslim.
dengan cara pikir islam kalian seperti itu, pantaslah gak ada negara islam yg maju.
wuih ! mantep ! ada benernya smua yg udh ditulis sama ‘mbak’ indah ! ehehe. okey ! nancep di otak !
Kalau Anda belajar teori evolusi dengan benar dari sisi ilmiah, akan ada kesimpulan lain di situ. Teori evolusi bukan hal sederhana, perlu kemerdekaan pikiran dan keingintahuan yang mendalam untuk memahaminya. Imiah ya ilmiah, jangan dicampur dengan pernyataan kitab suci yang tidak ilmiah.
sadarlah wahai saudaraku Allah hanya menciptakan malaikat, syaitan, manusia, binatang tumbuhan dll…
manusia adalah manusia… binatang adalah binatang,, binatang tidak bisa menjadi manusia tapi kalau manusia menjadi binatang bisa saja bahkan lebih rendah kedudukannya dari pada binatang (hehe)
kalau anda membaca Al-Qur’an nur Karim,, di situ banyaaaak sekali pengetahuan yg kita dapat.. menurutku apa yg ditemukan oleh pakar2 sains seperti di temukannya spesies manusia yg mirip dengan kera adalah manusia yg di kutuk oleh Allah SWT seperti yg terdapat dalam surah di bawah ini
dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari sabtu, lalu kami berfirman pada mereka: “jadilah kamu kira yang hina”.(baqarah 65)
katakanlah: “apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang di kutuki dan di murkai Allah, di antara mereka (ada) yang di jadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?”. mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.(Almaidah 60)
Maka tat kala mereka bersikap sombong terhadap apa yang di larang mereka mengerjakannya, kami katakan kepadanya: “jadilah kamu kera yang hina”(Alaraaf 166)
gimana!!!! belum yakin
coba kalian liat situs NASA yang menemukan bahwa jika sebuah bintang di angkasa meledak akan terlihat dari bumi melalui teleskop seperti bunga mawar,, ini surah-nya
Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi (seperti) mawar merah seperti (kilapan) minyak (Arrahman 55:37)
gimana!!! masih penasaran kok bisa yah…
hehe itu masih sebagian kecil loh apa yg di terangkan dalam Al-Quran… bukannya kita sok suci atau sok apalah… tapi itu semua berdasarkan Al-Quran yg kita pahami tinggal manusianya lagi yg perlu mengembangkan…Ilmu manusia itu tidak ada apa2-nya di banding ilmu-Nya jika lautan di bumi itu bagaikan tinta tidaklah cukup untuk menulis ilmu-Nya Allah Yang Maha Luas
udahlah kawan2 smua….gak da untungnya kita ngributin teori2 itu…yakinlah pada diri sndiri……kalo bahas hal kyak gtu..yang ada hanya kisruh antar umat,yakinkan aj iman kalian masing masing….ursan dunia ahirat yar jadi uruasan pribadi kita sama TUHAN
Salah kaprah……..
Beda judul mbaaaaaaaaaak!!!!!
the topic is already clear actually..
Evolution vs Creationism…,
Every human being is already born with their natural identity… and this is different with animal…, or ape..,
just because we share something with ape.., it doesn’t mean that we are the same.., the analogy is simple
all ball is round…, but all round things should not have to be a ball…
Simple…
Al-Qur’an has clearly explained it….